twenty to maturity…
June 4th, 2006 by stubborncastawayhuuumm…. hi!
please,
hari ini–berhubung gw bakal lama lagi menuju bisa-buka-friendster-gara2-terkurung-di-asrama–allow me to have you listen to what i am about to say… sebuah cerita. tentang perjalanan menuju dua puluh. ok?
ok.
sejak pertama kali gw mengenal apa yang dinamakan rasa yang tulus, yang hadir lewat persahabatan, kepedulian, perhatian… entah itu dari keluarga, teman, sahabat, atau seseorang istimewa yang kita cintai, gw memutuskan, itulah satu-satunya kekuatan yang bisa membawa gw… survive.
dan, memang itulah yang terjadi.
sd.
gw mengalami banyak hal, peristiwa, dan masa-masa sendiri, dijauhi, dikucilkan, dimusuhi, tidak-ditegur-sapa… hanya gara2 beda visi. orang-orang, mereka yang gw anggap teman, berlari menjauh ketika mereka pikir, gw ngga berguna…
itu awalnya. dan sialnya, gw merasa, hal itu berlangsung sampai sekarang. ya, sekarang.–itu yang bikin gw banyak nangis.
benar-benar sebuah awal yang buruk. karena…
smp.
gw mengalaminya lagi. suatu dan lain hal, membuat gw kembali sendiri. terpisah dari ramai. terpisah dari bahagia.
sma. komunikasi. sama aja.
semua masa itu mendapat hadiah sepi yang serupa. bahkan sekarang, ketika seharusnya gw memulai hidup yang baru. di sini. di stsn ini. di mana gw berpikir gw bakal punya keluarga yang sayang sama gw. yang peduli. yang menginginkan gw bahagia. yang selalu ngajak gw tertawa.
ah. sulit ternyata.
begini pasalnya… sejak akhir mei–itu berarti beberapa hari belakangan ini, gw kembali–untuk ke sekian kalinya, dihadapkan pada situasi dan kondisi yang memaksa gw untuk berimajinasi dengan dunia gw sendiri. ya… lagi-lagi, gw merasa begitu sendiri. ngga ada temen. apalagi sahabat. apalagi keluarga. sumpaaaaaahhhh, BETE!
padahal, beberapa hari itu cuma beberapa harinya gw menuju dua puluh. yang harusnya gw udah lebih dewasa. udah lebih ngerti dengan apapun yang terjadi di sekitar gw. udah lebih mau peduli…
coba. gimana ngga sulit.
hampir tiap hari dalam beberapa hari gw menjelang dua puluh itu, gw nangis. mewek. cengeng.
ya. gw akui gw cengeng. tapi ketika lo semua jadi gw, lo pasti akan ngerasa kalo tangis lo setelah semua yang lo alami itu wajar aja… beneran!
gw ngerasa semua orang berpihak pada kesendirian gw. pergi dengan bahagia mereka. tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. tanpa meninggalkan sisa tawa setitikpun. dan selalu berakhir pada gw yang sendiri. yang menangis. yang merasa dibuang. yang kemudian mengingat ibu. dan menangis lebih dalam lagi.
uh, come on. harusnya lima juni besok itu hari gw. ngga boleh ada yang bikin gw sedih. harus jadi awal baru gw. ngga boleh ada yang bikin gw kehilangan pegangan lagi. harus jadi hari yang sangat bahagia dengan segala target yang ada yang pasti gw bisa. bukannya jadi hari di mana gw meledak dengan semua kemarahan, kesedihan, kesendirian, kepapaan (sumpeh lo?), ketidakberdayaan… halaaaahhh… ngga bisa gitu. titik.